Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS

Pages

Tuesday, December 21, 2010

GEOGRAFI DALAM AL-QUR'AN

Al-Qur’an Surah Al-An’ām : 96

ﻔَﺎِﻟﻖُﺍَﻹْﺼْﺑَﺎﺡِﻮَﺠَﻌَﻞَﺍَﻠَََّﻳْﻞَﺴَﻛَﻧًﺎﻮَﺍَﻠﺸََََََََََّﻤْﺲَﻮَﺍْﻠﻘَﻣَﺮَﺣُﺴْﺑَﺎﻧًﺎۚﺬَٰﻠِﻚَﺘَﻘْﺪِﻴْﺮُﺍَﻠْﻌَِﺰﻴِِِِِْﺰ ﺍْﻠﻌَﻠِﻴﻢََََ

Artinya :
“Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan Allah Yang Mahaperkasa lagi Maha Mengetahui”

Telaah Tafsir

Tafsir Al Azhar (1)

Surat al-An’am yang berarti Surat yang dinamai “Binatang Ternak”,
adalah Surat 6 dalam susunan Mushhaf. Dia diturunkan di Makkah. Ada 6 (enam) susunan Surat sampai Surat al-An’am dalam al-Qur’an, dan baru ada dua yang diturunkan di Makkah, yaitu yang pertama al-Fatihah dan yang kedua adalah Surat al-An’am ini. Surat-surat yang empat sebelumnya, yaitu al-Baqarah, Ali Imran, an-Nisa’, dan al-Maidah, yang keempatnya itu diturunkan di Madinah.

Abu Ishaq al-Asfaraini berkata : “Sesungguhnya di dalam Surat al-An’am terdapatlah tiang-tiang pokok Akidah Tauhid.” Menurut riwayat yang mu’tamad, surat al-An’am ini diturunkan kepada nabi Muhammad saw sekaligus (jumlatan-wahidatan) dalam satu malam. Banyak Ulama-ulama ahli Hadis dan ahli Tafsir berpendapat demikian dan bukan seorang saja sahabat-sahabat Rasulullah saw yang menyampaikan berita yang menguatkan itu. Demikian juga Tabi’in, ath-Thabrani dan Abu ‘Ubaid menerima riwayat dari Ibnu Abbas bahwa surat ini diturunkan sekaligus. Abdullah bin Umar (sahabat) dan Mujahid beserta ‘Atha’(keduanya Tabi’in) mengatakan demikian juga. Bahkan ditambah lagi dari riwayat Abdullah bin Umar dan ‘Atha’, selain dari diturunkan sekaligus itu ialah seketika Jibril mengantarkan surat ini kepada Rasulullah, Jibril telah diiringkan oleh 70,000 malaikat. Dalam rentetan riwayat tersebut dikatakan bahwa semalam surat ini turun, penuhlah langit dunia ini oleh gemuruh suara tasbih dan tahmid malaikat-malaikat memuja Allah Ta’ala.
Apabila kelak telah kita renungkan isi tiap-tiap ayat dengan seksama, memang akan dapatlah kita terima apa yang diterangkan oleh Abu Ishaq al-Asfaraini itu, bahwa seluruh Surat ini telah menuntun dan mengisi jiwa kita dengan pokok-pokok ajaran Tauhid, pegangan Muslim siang dan malam.
Adapun ambilan nama Surat al-An’am, yang berarti “Binatang Ternak”, sebagai selalu kita katakan, bahwa nama Surat bukanlah judul dari isi Surat. Maka lantaran dalam beberapa ayat disebut urusan mengenai ternak, di ambilah nama surat al-An’am.

Tafsir Al-Azhar (2)


“Pembelah Subuh.” (pangkal ayat 96). Pada ayat ini kita disuruh memperhatikan belah atau rengkahnya buah-buahan atau biji-bijian. Dari memperhatikan yang halus itu kita dibawa sampai pada kesimpulan, bahwa Allahlah pembelah buah dan biji itu. Sekarang, setelah menekur melihat buah dan biji, kita disuruh menengadah melihat kesebelah Timur dikala malam akan berganti dengan siang. Waktu itu bernama waktu subuh, dan waktu itulah Muslim yang taat tiba saat mengerjakan shalat subuh.
Orang Islam yang taat dianjurkan memperbanyak bangun di sepertiga malam yang terakhir untuk merasai ketenangan itu, dengan melakukan shalat Tahajjud. Ketenangan malam sangat mempengaruhi jiwa seorang yang beriman, buat mendekatkan dirinya kepada Allah, dan didalam Hadis Qudsipun disebutkan bahwa Allah waktu itu mendekat ke langit pertama untuk mendengarkan munajat dan seruan hambaNya yang mengambil kesempatan dari ketenangan malam.

Disebut disini sifat Allah yang Aziz, yang gagah, berwibawa, berlaku hukumnya dengan sangat kuat, tidak ada yang dapat melampaui untuk dapat mengetahui betapa tepatnya nama Allah yang Aziz. Sebelumnya perhatikanlah terlebih dahulu kekayaan Allah yang amat penting itu dan pelajari betapa besarnya. Berapa besar bulan danberapa beratnya? Berapa besar bumi dan berapa beratnya, dan berapa pula besar matahari dan berapa beratnya? Maka lihatlah ketiganya itu beredar dengan patuhnya menurut jalan yang di tentukan Allah. Hanya Allah Yang Aziz saja yang sanggup memaksakan kegagahanNya kepada seluruh cakrawala, sehingga semuanya patuh.

Teori Realitas Al-Qur’an

Salah satu yang dapat membuktikan bahwa Allah swt itu bersifat Aziz, adalah dengan rumus Al-Jami Wal-hasib.
Dengan rumus ini dapat kita simpulkan bahwa matahari dikelilingi angka 9 yaitu berupa sembilan planetnya. Dan diputari angka 9 yaitu 360 yang berarti 3+6+0=9. Jadi matahari dapat kita simpulkan dikelilingi Asma Al-Husna tercermin disana.di ufuk Barat dan Timur berawal dan berakhir jam 6, yang mana siang dimulai jam 6 berakhir jam 6 dan malam dimulai jam 6berakhir jam 6 terbit fajar, yang berarti telah tercermin ayat Al-Qur’an yang 6666 ayat. Adam diciptakan hari ke-6 yaitu Jum’at dan wafat juga hari Jum’at dan kiamat pun akan terjadi pada hari Jum’at. Maka kita juga telah melihat penciptaan manusia dan pengakhirannya sebagai gambaran amanah Al-Qur’an.

Demikian juga dengan bulan, yang bertasbih dan sujud kepada Allah dengan cara berputar mengelilingi bumi 360° dan ikut pula dengan bumi mengelilingi matahari. Kalaulah perputarannya mengelilingi bumi 360°=3+6+0=9, maka secara numerologi bulan telah bertasbih dengan Asma Al-Husna.
Timbulnya pagi dari kegelapan adalah gerakan yang bentuknya menyerupai tumbuhnya biji dan bibit. Timbulnya cahaya dalam gerakan itu adalah seperti timbulnya tunas dalam gerakan ini. Di antara keduanya terdapat kemiripan dalam gerakan, dinamika, keagungan, dan keindahan.

Di antara tumbuhnya biji dan bibit, dengan tumbuhnya pagi dan diamnya malam, terdapat satu hubungan yang lain. Karena pagi dan sore, gerak dan diam, dalam semesta ini-atau di bumi ini-memliki hubungan langsung dengan tumbuhan dan kehidupan. Ini adalah semesta yang telah di atur dengan ketentuan yang amat cermat. Pada kehidupan telah diberikan ketentuan yang demikian detail, juga tingkatan kehidupan ini dan jenisnya. Ia adalah semesta yang tidak memeberi kesempatan kepada koinsiden yang terjadi secara acak. Atau, apa yang dikatakan oleh para ilmuwan sebagai koinsiden yang tunduk kepada aturan, dan telah diperhitungkan dengan pasti sekalipun.

Telaah Didalam Ilmu Geografi

Matahari adalah titik surya terbesar atau bintang terbesar dalam susunan galaksi bimasakti yang dikelilingi oleh 9 planet dan setiap planet berputar 360° pergerakannya, dengan massa 99,9. Edaran matahari dalam setahun adalah 365 hari, dua belas bulan dan limapuluh dua minggu. Hitungan peredaran bulan 354 hari dalam setahun dan bulannya dua belas juga. Dan perjalanan itu tetap dan teratur, tidak pernah berselisih dari ketentuan falaknya, walaupun satu menit dalam 10,000 tahun. Lantaran tepatnya peredaran itu dari masa ke masa, manusia sudah boleh menghitung bilangan, jam, hari, pecan, bulan dan tahun dengan seteliti-telitinya, sehingga tercapailah ilmu Falaq dan Hisab, sehingga menjadi perhitungan itu bagian yang penting dalam kehidupan manusia yang berakal.

Sedangkan bulan adalah satelit dari bumi yang mana ia memantulkan sinar pada malam hari yang bersumber dari pantulan cahaya matahari yang menimpa permukaannya.
Frank Allen, seorang biolog berkata tentang timbulnya kehidupan, “kesesuaian bumi sebagai tempat hidup dalam pelbagai bentuknya, tidak mungkin ditafsirkan berdasarkan konsep koinsidens atau acak. Karena bumi adalah bola yang tergantung di angkasa dan berputar pada porosnya yang disebut rotasi bumi. Dengan perputarannya itu, maka terjadilah siang dan malam. Bumi mengelilingi matahari satu kali setiap tahun yang disebut revolusi bumi. Dengan itu, maka terjadilah pergantian musim, yang pada gilirannya akan menyebabkan bertambahnya luas bagian dari bumi kita yang dapat didiami. Bumi ini diselimuti oleh lapisan gas yang mencakup gas yang dibutuhkan untuk hidup yang disebut atmosfer. Gas itu mengelilingi seputar bumi hingga ketinggian yang jauh (lebih dari 500 mil). Ketebalan gas ini demikian padatnya. Sehingga ia dapat menghalangi sampai jutaan meteor yang dapat membunuh penghuni bumi setiap harinya, yang bergerak dalam kecepatan tiga puluh mil per detik. Lapisan gas yang mengelilingi bumi menjaga tingkatan panas bumi dalam batas-batas yang sesuai bagi kehidupan. Ia juga membawa uap air dari lautan ke jarak yang jauh di benua. Sehingga, terjadilah hujan lebat di atas daratan yang dapat menumbuhkan tanah setelah tanah itu gersang tak diisi kehidupan. Hujan juga sumber air tawar. Seandainya tak ada hujan, niscaya seluruh permukaan bumi ini menjadi padang pasir yang kering,yang kosong dari seluruh tanda kehidupan. Disini kita melihat bahwa udara dan lautan yang terdapat di permukaan bumi mencerminkan perangkat penyeimbang alam.”

Bukti-bukti “ilmiah” bertambah banyak di hadapan mereka dan menyatu untuk menunjukkan kelemahan teori konsiden secara total dalam menafsirkan asal mula kehidupan. Sehingga, yang tersisa hanyalah adanya pengaturan Allah Yang Maha Mengetahui, yang menetapkan segala aturan bagi ciptaan-Nya dan memberikan petunjuk-Nya. Dia yang telah menciptakan segala sesuatu serta memberikan ketentuan-ketentuan pasti bagi ciptaan-Nya itu.

Ayat-ayat Penunjang

QS. Fushsilat : 53
ﺴَﻨُِﺮﻴْﻬِﻡْﺀَﺍﻳٰﺗِﻧَﺎﻓِﻰﺍْﻷَﻓَﺎِﻖﻭَﻓِﻰﺃَﻨْﻔُﺳِﻬِﻢْ ﺣَﺗﻰﱠﻴَﺘَﺒَﻴﱠﻦَﻠَﻬُﻢْﺃَﻧﱠﮫُﺍْﻠﺤَﻖﱞۗﺃﻮَﻠَﻡْﻳَﻜِْﻒﺒِﺮَﺑٌِﻚَﺃَﻨﱠﮫ٬ُﻋَﻠٰﻰﻜُﻞٌٌِﺷَﻰْﺀٍ ﺸَﻬِﻴْﺪ
Artinya :
“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan Kami di segenap ufuk (tempat terbit tenggelam matahari)) dan pada diri mereka sendiri sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar.”


QS. Al-Hajj : 18
ٲَﻠَﻢْﺗَﺮَﺃَﻥﱠﺍﷲَﻴَﺴْﺨُﺩُﻠَﻪُﻣَﻦْﻓِﻰﺍﻠﺳﱠﻤٰﻮَﺖِﻮَﻤَﻦْﻓِﻰﺍْﻷَﺮِْﺾﻮَﺍﻠﺷﱠﻤْﺲُﻮَﺍْﻠﻘﻣَﺮَ
ﻮَﺍﻠﻧﱞﺠُﻮْﻢُﻮَﺍْﻠﺠِﺑَﺎﻞُﻮَﺍﻠﺷﱠﺠَﺮُﻮﺍﻠﺪﻮَﺍﺐﱞﻮَﻜَﺛِﻴْﺮُﻤِّﻦَﺍﻠﻨﱠﺎﺱَََِِِ

Artinya :
“Apakah engkau tidak mengetahui, sesungguhnya sujud kepada Allah siapa-siapa yang berada dan siapa-siapa yang berada di bumi, matahari, bulan, bintang-bintang, gunung-gunung, pohon-pohon, binatang yang melata, dan banyak dari manusia.”

QS. An-Nur : 41

ٲﻠﻢْﺘَﺮَﺃَﻦﺍﷲَﻴُﺴَﺒِّﺢُﻠَﮫُ٫ﻤَﻦْﻓِﻰﺍﻠﺴَّﻤٰﻮٰﺖِﻮَِﺍَْﻷَﺮِْﺾِﻮَﺁﻠﻄﻳﺭﺼﻔﺖﻜﻞﻗﺪﻋﻠﻢﺼﻼﺗﮫﻮﺘﺴﺒﻴﺤﮫﻮﺍﷲﻋﻠﻳﻢﺒﻤﺎﻴﻔﻌﻠﻮﻦ
Artinya :
“ tidakkah kamu tahu bahwasanya Allah, kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.”

QS. Ibrahim : 33

ﻮَﺴَﺧّﺭَﻠَﻜُﻢُﺍﻠﺷّﻤْﺱَﻮَﺍْﻠﻘَﻤَﺮَﺪَﺍ ﺑَﻴْﻥِۖ ﻮَﺴَﺧّﺮَﻠَﻜُﻢُﺁَﻠﻳْﻞَﻮَﺁﻠﻧّﻬَﺎﺮَ
Artinya :
“ dan dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah Menundukkan bagimu malam dan siang.”

0 comments: