Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS

Pages

Tuesday, December 21, 2010

PENGERTIAN GEOLOGI


Geologi merupakan salah satu disiplin ilmu yang mempelajari gejala-gejala dan benda-benda yang terdapat pada bumi. Secara lebih luas, Geologi juga merupakan salah satu dari disiplin ilmu kealaman, seperti halnya dengan biologi, meteorologi dan astronomi, yaitu ilmu yang mempelajari segala sesuatu tentang benda-benda yang terdapat dalam jagat raya.
Perhatian manusia terhadap gejala-gejala ala mini, khususnya terhadap gejala-gejala yang terdapat pada
bumi, telah dimulai sejak zaman primitive. Gejala-gejala yang sangat menarik perhatian manusia-manusia primitive terutama gejala-gejala alam yang menakutkan dan sering mendatangkan bencana bagi manusia, seperti gempa bumi, letusan gunung api dan lain-lain. Namun karena keterbatasan daya analisis mereka untuk mengungkapkan rahasia-rahasia alam ini, sering mereka melakukan “personifikasi” yaitu mempersamakan peristiwa-peristiwa tersebut seperti apa yang terjadi pada manusia, atau dihubungkan dengan kepercayaan dan tahayul. Misalnya gempa bumi oleh bangsa Mozambique (Afrika) dijelaskan bahwa hal itu terjadi karena bumi menggigil kedinginan; orang pedalaman Peru (Amerika Selatan) menganggap bahwa gempa bumi terjadi karena bumi sedang menari, dan banyak lagi kepercayaan yang berhubungan dengan gempa bumi di berbagai bangsa atau suku bangsa.
Manusia zaman sekarang sudah hampIr tidak percaya lagi terhadap hal-hal yang bersifat tahayul. Keingintahuan terhadap rahasia alam, dilakukan melalui pengamatan-pengamatan langsung terhadap gejala alam yang bersangkutan, kemudian dianalisis elemen-elemennya, akhirnya secara induktif diambil kesimpulan-kesimpulannya mengenai hubungan fungsional tentang elemen-elemen tersebut untuk selanjutnya dijadikan hipotesis. Untuk gejala-gejala tertentu dilakukan pula percobaan-percobaan di dalam laboratorium. Apabila suatu hipotesis telah dihasilkan, maka pengamatan terhadap gejala-gejala serupa berulangkali dilakukan untuk mendapatkan fakta-fakta baru yang sejenis, kemudian ditarik generalisasi, disusun konsep-konsep dan akhirnya terwujudlah suatu teori.
Banyak sekali hal yang berhubungan dengan bumikita ini yang menarik perhatian manusia, sehingga timbul keinginan untuk mempelajarinya. Oleh karena itu, Geologi dapat diartikan sebagai disiplin ilmu yang mempunyai pengertian yang kompleks. Sehubungan dengan ini, Katili dalam bukunya yang berjudul “Geologi”(tanpa tahun) mengemukakan bahwa :

1.Geologi sebagai pengetahuan alam yang mempelajari segala gejala yang terdapat di atas muka bumi dan di dalam bumi.
Dengan pernyataan itu dimaksudkan bahwa objek kajian Geologi tidak hanya benda-benda dan gejala-gejala yang terdapat dipermukaan bumi, tetapi mencakup pula yang terjadi atau terdapat di dalam bumi. Dalam hal yang terakhir ini banyak dilakukan atas dasar analogi dan kerja laboratorium, karena pengamatan langsung terhadap apa-apa yang terjadi di dalam bumi sukar dilakukan.


2.Geologi sebagai pengetahuan sejarah
Pernyataan ini memberikan gambaran kepada kita bahwa cara kerja ahli Geologi memiliki persamaan dengan cara kerja para ahli purbakala, namun objek materialnya yang berbeda. Para ahli purbakala hanya meneliti peninggalan-peninggalan hasil kebudayaan manusia dari jaman yang paling awal sebatas terdapatnya peninggalan-peninggalan budaya yang terdapat pada lapisan-lapisan batuan. Para ahli Geologi bekerja lebih jauh lagi, yaitu meneliti lapisan-lapisan batuan yang terbentuk pada beberaparatus juta tahun yang lalu dengan meneliti fosil-fosil binatang maupun tumbuh-tumbuhan. Dengan melakukan interpretasi, logika dan fantasi, dapatlah direkonstruksiurutan jaman Geologi dari beberapa ratus juta tahun yang lalu sampai jaman yang paling akhir.

3.Geologi sebagai ilmu pengetahuan bumi.
Pernyataan ini mengandung pengertian bahwa Geologi adalah pengetahuan bumi (ge = bumi; logos = pengertian) yang menyelidiki lapisan –lapisan batuan yang ada dalam kerak bumi atau lebih jelas lagi : “Geologi adalah pengetahuan tentang susunan zat serta bentuk bumi.” Disamping itu, Geologi pun mempelajari sejarah perkembangan bumi serta makhluk-makhluk yang pernah hidup di dalam dan di atas bumi.
Dengan demikian maka dapatlah dikatakan pula bahwa “Geologi adalah suatu pengetahuan yang mempelajari evolusi anorganik dan evolusi organic dari bumi kita .” (Katili :6)
Catatan : istilah “pengetahuan” akan lebih tepat apabila diganti dengan istilah “ilmu” karena kedua istilah itu mempunyai arti yang berbeda. Istilah “pengetahuan” terbatas pada apa-apa yang kita ketahui, sedangkan ilmu atau “disiplin ilmu” mengandung pengertian kebenaran-kebenaran yang didasarkan atas fakta, walaupun mungkin fakta itu belum kita ketahui seluruhnya.

Dengan banyaknya aspek yang termasuk kajian Geologi, maka akhirnya timbul berbagai cabang Geologi,yaitu :
1.Mineralogy : mempelajari mineral-mineral, yaitu bahan utama pembentuk batuan pada kerak bumi, bijih-bijih serta berbagai macam garam-garaman dan batu permata.

2.Petrologi (bahasa yunani : petros = batuan; logos = pengertian) : mempelajari cara terjadinya berbagai macam batuan, cara pembagiannya (klasifikasinya) dan lain-lain.

3.Paleontology (bahasa yunani : palaios = purba, ontos = makhluk) : merupakan bagiandari Geologi sejarah yang khusus mempelajari pembatuan sisa-sisa binatang dan tumbuh-tumbuhan purba yang telah berbentuk fosil-fosil.

4.Geologi sejarah : mempelajari urutan satuan-satuan waktu serta kejadian-kejadian serta perubahan-perubahan selama sejarah bumi.

5.Geologi ekonomi : mempelajari endapan-endapan serta mineral-mineral yang mempunyai arti ekonomi penting dalam kehidupan kita sehari-hari, misalnya endapan emas, batubara, minyak bumi, dan lain-lain.

6.Geofisika : mempelajari sifat-sifat fisika bumi, seperti gaya berat, gejala magnetis dan lain-lain. Kajiannya sangat berharga bagi kita, karena mengungkapkan rahasia-rahasia bumi yang tidak kita ketahui.

7.Geomorfologi : mempelajari bentukan-bentukan di permukaan bumi yang terjadi oleh gaya dan proses-proses endogen maupun eksogen.

8.Geologi teknik : penggunaan Geologi dalam lapangan teknik bangunan, misalnya dalam pembuatan waduk, jalan raya atau jalan kereta api, jembatan, bangunan-bangunan, dan lain-lain.

Banyak lagi cabang Geologi yang kemudian muncul akibat dari keinginan orang untuk lebih mendalami aspek-aspek yang terdapat pada bumi.

0 comments: