Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS

Pages

Thursday, August 30, 2012

behind the thesis part 1


Bismillah..
Assalamualaikum ..
Waduh, lumayan lama ga nulis di blog rasanya kagok juga nih :D
Ok deh, langsung aja, topic yang kali ini lagi pengen di share yaitu tentang skripsweet #ceileee.. padahal pas ngerjainnya mah foldernya juga di namain skripsh*t xexexe.. :p
Aku nguli di UPI, salah satu PTN di Bandung, dimana kebanyakan lulusannya bekerja sebagai guru #baca:pendidik. Wah ga kerasa aja nih ternyata aku dah 4 tahun bolak-balik Ciamis-Bandung demi mengejar harapan and my destiny, be a teacher, be a better person ;)

Masih teringat jelas diingatan ketika SMA, Bapak dan Ibu mengarahkan aku untuk bisa kuliah di UPI. Maka, jalur PMDK pun ditempuh. Dan kedodolan ku pun muncul. Di SMA ku sama sekali tidak ada yang namanya pelajaran Bahasa Daerah atau Basa Sunda. Tapi, aku malah milih PMDK untuk jurusan B.Daerah. Gimana mau masuk coba :p
Akhirnya PMDK gagal, jalur UM pun ditempuh. Wah, dah jadi rahasia umum lah ya kalo yang namanya UM Universitas itu butuh uang yang buanyak.  Namun, hebatnya Bapak dan Ibu, beliau-beliau ini terus menyemangatiku dan mengatakan untuk tidak usah memikirkan uangnya, yang penting masuk aja dulu. Itulah kenapa, aku selalu berusaha maksimal dari awal sampai akhir semester supaya mendapatkan nilai terbaik, mendapatkan pengalaman berharga, terus berusaha menjadi orang yang lebih baik. Bagiku, masuk UPI tu gak segampang membalikan telapak tangan sob. Perlu usaha besar dari pihak ‘pembiaya’ dan ‘pihak yang dibiayai’, perlu do’a yang tanpa putus kepada Allah, dan yang pasti perlu izin dariNya. Dan Alhamdulillah, Allah mengizinkanku untuk menimba pengetahuan dan pengalaman dikampus tercinta ini J
Sob, mungkin kita semua pernah mengalami masa-masa sulit ketika ngerjain skripsi. Pada dasarnya sih sama aja permasalahannya, kalo ga faktor internal ya faktor eksternal. Banyak faktor yang sering menjadi alasan ‘keterlambatan’ tahapan skripsi kita. Mulai dari faktor eksternal semisal dopem yang susah dihubungin, banyak maunya, minggu kemarin dopem bilangnya A, eh pas minggu depan si A itu dihapus dan diganti jadi B, sampe faktor internal kaya masalah sama temen, pacar mungkin, bahkan masalah keluarga. Bisa juga karena hobby. Kita terlalu menikmati hobby sehingga ngelupain skripsi. Tapi, kalo mo jujur sama diri kita, seenggaknya yang aku rasain, semuanya kembali lagi pada diri sendiri. Disitulah kita dituntut untuk sabar, tawakal, memaksimalkan potensi dan bersikap dewasa. Waktu proses ngerjain skripsi, aku banyak ngeluh, sebel segede gaban, marah2 gak karuan, dan gak jarang habis bimbingan itu pusing luar biasa. Bahkan rasanya ingin menyerah aja ketika tahu bahwa temen2 yang lain udah pada turun ke lapangan, sedangkan si gue yang notabene seminar lebih dulu masih ngutak-ngatik bab 3. Bisa dibayanginlah HOW DESPERATE I AM!. Seandainya ga ada dorongan dari pihak ke 3, mungkin aku masih bolak-balik bimbingan sekarang.
Jadi, pas ngerjain skripsi, ada baiknya memiliki pihak ke 3 yang bisa dijadikan sekedar tempat curhat, minta saran, ataupun minta support. Itu bisa berupa keluarga, saudara, ataupun teman.
Tapi, sebaik-baik rencana memang rencana Allah. Sebaik-baik keputusan memang keputusan Allah. Karena itu, selain kerja keras dalam ngerjain skripsi, do’a kepada Allah juga ga kalah berperannya sob. Kita mungkin kalah start di awal, tapi kita bisa mencapai finish duluan, dan mendapatkan hadiah terbaik dari Allah. Setidaknya, itulah yang aku rasakan.
Dan sekarang, semua kenangan itu berputar dikepalaku. Masih ku ingat pertama kali menginjakkan kaki di Bandung untuk mengikuti tes UM tahun 2008, dengan beribu mimpi dan harapan untuk menjadi lebih baik. Dan, Alhamdulillah sampai tahap ini, aku sudah membuktikan bahwa aku bisa. Iming-iming Cum Laude menjadi salah satu buktinya. Namun ini bukanlah sebuah akhir, melainkan awal dari kehidupan yang sesungguhnya. Kehidupan nyata, bermasyarakat, berbaur dengan yang lain. Welcome to the jungle!
Dan insyaAllah, dengan ridho  Allah dan diiringi do’a.. Aku siap! J

0 comments: