Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS

Pages

Thursday, August 30, 2012

part of love


Bismillah..
Tentang cinta.
Kadang muncul pertanyaan, apa sih cinta? Setiap buka facebook, twitter maupun jejaring sosial lainnya, hampir bisa dipastikan yang jadi topik perbincangan pasti cinta. Namun aku, -yang belum mengetahui banyak tentang cinta-, kadang merasa kesucian cinta itu ternodai oleh orang-orang yang salah memahami
cinta. Aku merasa cinta sangatlah beda dengan nafsu, cinta sangatlah beda dengan rasa ingin memiliki, dan cinta tidak bisa diukur. Mungkin ada yang berpandangan bahwa orang yang berpacaran itu saling mencintai. Tapi aku ragu, benarkah begitu? Yakinkah bahwa itu cinta dan bukan nafsu? Yakinkah bahwa itu cinta, bukan sekedar obsesi? Kalau begitu, kenapa ada kata putus?
Cinta itu suci, murni, dan tulus, hampir tidak ada kata yang bisa mendeskripsikannya, dan satu hal yang pasti, cinta tidak mengenal kata putus. Namun, cinta bisa dirasakan seiring berjalannya waktu, dengan banyaknya ujian hidup. Cinta yang bisa dipastikan ‘keasliannya’ adalah cinta Allah kepada makhlukNya, termasuk manusia, hewan, tumbuhan dan semuanya. Cinta Allah kepada manusia bisa kita rasakan dengan ampunanNya yang maha luas, dengan kasih sayangNya yang maha besar, dengan hukum-hukumNya tentang kehidupan, dengan keadilanNya yang tidak terbantahkan, dengan keputusanNya yang selalu menjadi yang terbaik. Itulah cinta. Allah selalu memaafkan kita yang berdosa, Allah selalu menyayangi kita yang penuh cela, dan Allah selalu mengampuni kita apabila kita mau bertaubat. Namun, mengapa kita sering melupakanNya? Tulisan ini sama sekali tidak ada maksud untuk menyalahkan atau menjudge seseorang, ini hanyalah coretan seorang Nani yang sedang dalam proses introspeksi diri dalam rangka menjadi insan yang lebih baik.
Cinta Allah pada tumbuhan dan hewan dibuktikan dengan dibekalinya ‘mereka’ dengan senjata tertentu yang melindungi mereka dari musuh yang mungkin menyakitinya. Cinta Allah juga nampak dari ditempatkannya tumbuhan tertentu ditempat tertentu. Mungkin kita mengenal adanya pembagian tumbuhan berdasarkan ketinggian tempat. Itulah salah satu wujud cinta Allah. Masih banyak wujud cintaNya yang apabila dideskripsikan, bahkan bila seluruh air laut dijadikan tinta, tak akan cukup untuk menuliskannya.
Kadang, aku juga merasakan bahwa cinta itu ada ketika melihat seorang Ibu berjuang keras supaya anaknya bisa sekolah, seorang Bapak bekerja keras supaya anaknya bisa ‘sama’ dengan teman-temannya. Cinta juga nampak dari seorang anak yang tidak merasa malu dengan kondisi orang tuanya, justru dia sangat bersyukur pada Allah yang telah menitipkannya pada mereka. Cinta juga bisa dilihat bahkan dari hal-hal yang mungkin kesannya sepele, seperti memberikan kursi bus yang kita duduki kepada seorang Ibu yang berdiri dengan susah payah. Bagiku, itulah cinta. Sama sekali jauh dari rasa ingin memiliki, sama sekali tidak ada nafsu, sama sekali tidak ada imbalan yang diinginkan, kecuali ridho Allah. Karena kita tahu, semua milik Allah dan akan kembali kepadaNya. Ya, itulah cinta. Cinta itu ada, cinta itu nyata, dan cinta itu tidak bisa ‘lepas’ dari Sang Pencipta cinta. J

0 comments: