Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS

Pages

Friday, October 12, 2012

Media Pembelajaran



Menurut Gerlach dan Elly dalam Arsyad (2009:3) “media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap”. Berdasarkan pengertian tersebut, guru, buku, dan lingkungan sekolah termasuk sebagai media. Akan tetapi pengertian media pada proses belajar mengajar, cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, fotografi, atau peralatan elektronik untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual ataupun verbal.
Sutopo (2003) menerangkan bahwa,
media dapat digunakan untuk bermacam-macam bidang pekerjaan, tergantung kreativitas untuk mengembangkannya. Aplikasi media dibagi menjadi beberapa kategori, di antaranya yaitu Presentasi bisnis, Pelatihan dan Pendidikan, Penyampaian Informasi, Promosi dan penjualan, Produktivitas, Teleconferencing, Film, Virtual reality, Web, Game.

Dari kegunaan dari media pengajaran di atas, yang digunakan dalam dunia pendidikan pada umumnya adalah poin kedua dan sembilan yaitu mengenai aplikasi pelatihan dan pendidikan serta aplikasi web.


Menurut Seels & Glasgow dalam Arsyad (2009:33-35), berdasarkan perkembangan teknologi, media pembelajaran dapat dikelompokkan menjadi dua kategori luas, yaitu pilihan media tradisional dan pilihan media teknologi mutakhir sebagai berikut.
a.    Pilihan media tradisional, yaitu:
1)   Visual diam yang diproyeksikan, misal proyeksi opaque (tak tembus pandang), proyeksi overhead, slides, dan film strips.
2)   Visual yang tidak diproyeksikan, misal gambar, poster, foto, charts, grafik, diagram, pemaran, papan info.
3)   Penyajian multimedia, misal slide plus suara (tape), multi-image.
4)   Visual dinamis yang diproyeksikan, misal film, televisi, video.
5)   Cetak, misal buku teks, modul, teks terprogram, workbook, majalah ilmiah/berkala, lembaran lepas (hand-out).
6)   Permainan, misal teka-teki, simulasi, permainan papan.
7)   Realia, misal model, specimen (contoh), manipulatif (peta, boneka).
b.    Pilihan media teknologi mutakhir, yaitu:
1)   Media berbasis telekomunikasi, misal teleconference.
2)   Media berbasis mikroprosesor, misal computer-assistted instruction, permainan komputer, sistem tutor intelejen, interaktif, hypermedia, dan compact (video) disc.

Sudjana, dkk. (2005:2) menyatakan tentang tujuan pemanfaatan media pembelajaran yaitu sebagai berikut:
a.    pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menimbulkan motivasi,
b.    bahan pelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami,
c.    metode mengajar akan lebih bervariasi, dan
d.   siswa akan lebih banyak melakukan kegiatan belajar.

Sedangkan menurut Achsin (1986:17-18) tujuan penggunaan media pembelajaran adalah sebagai berikut.
a.    agar proses belajar mengajar yang sedang berlangsung dapat berjalan dengan tepat guna dan berdaya guna,
b.    untuk mempermudah bagi guru/pendidik daiam menyampaikan informasi materi kepada anak didik,
c.    untuk mempermudah bagi anak didik dalam menyerap atau menerima serta memahami materi yang telah disampaikan oleh guru/pendidik,
d.   untuk dapat mendorong keinginan anak didik untuk mengetahui lebih banyak dan mendalam tentang materi atau pesan yang disampaikan oleh guru/pendidik,
e.    untuk menghindarkan salah pengertian atau salah paham antara anak didik yang satu dengan yang lain terhadap materi atau pesan yang disampaikan oleh guru/pendidik.

Menurut Arsyad, (2009: 15) fungsi utama dari media pembelajaran adalah “sebagai alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi, dan lingkungan mengajar yang ditata dan diciptakan oleh guru”. Sedangkan menurut Kemp & Dayton dalam Arsyad (2009: 19) mengemukakan tiga fungsi utama dari media pebelajaran adalah: “(1) memotivasi minat atau tindakan, (2) menyajikan informasi, dan (3) memberi instruksi”.
Sedangkan manfaat media pembelajaran dalam proses pembelajaran menurut Arsyad (2009: 25-27) adalah sebagai berikut.
a.    Media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi, sehingga dapat mmperlancar dan meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.
b.    Media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan siswa untuk meningkatkan motivasi belajar, karena siswa dapat berinteraksi langsung dengan lingkungannya, dan memungkinkan siswa dapat belajar sendiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya.
c.    Media pebelajaran dapat mengatasi keterbatasan indera, ruang dan waktu.
d.   Media pembelajaran dapat memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa tentang peristiwa–peristiwa di lingkungannya.

Menurut Sadiman, dkk. (2002:16), media pengajaran dapat mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera, misalnya:
a.    obyek yang terlalu besar bisa digantikan dengan realita, gambar, film, atau model,
b.    obyek yang kecil bisa dibantu dengan menggunakan proyektor, gambar,
c.    gerak yang terlalu cepat dapat dibantu dengan timelapse atau high-speed photography,
d.   kejadian atau peristiwa di masa lampau dapat ditampilkan dengan pemutaran film, video, foto, maupun vcd,
e.    objek yang terlalu kompleks (misalnya mesin-mesin) dapat disajikan dengan model, diagram,
f.     konsep yang terlalu luas (misalnya gunung berapi, gempa bumi, iklim, dan lain-lain) dapat divisualisasikan dalam bentuk film, gambar.

Pemanfaatan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar perlu direncanakan dan dirancang secara sistematik agar media pembelajaran itu efektif untuk digunakan dalam proses belajar mengajar.
Menurut Sadiman, dkk (2005), ada beberapa pola pemanfaatan media pembelajaran, yaitu sebagai berikut.
a.    Pemanfaatan media dalam situasi kelas atau di dalam kelas, yaitu media pembelajaran dimanfaatkan untuk menunjang tercapainya tujuan tertentu dan pemanfaatannya dipadukan dengan proses belajar mengajar dalam situasi kelas,
b.    Pemanfaatan media di luar situasi kelas atau di luar kelas, meliputi:
1)   pemanfaatan secara bebas yaitu media yang digunakan tidak diharuskan kepada pemakai tertentu dan tidak ada kontrol dan pengawasan dad pembuat atau pengelola media, serta pemakai tidak dikelola dengan prosedur dan pola tertentu,
2)   pemanfaatan secara terkontrol yaitu media itu digunakan dalam serangkaian kegiatan yang diatur secara sistematik untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan untuk dipakai oleh sasaran pemakai (populasi target) tertentu dengan mengikuti pola dan prosedur pembelajaran tertentu hingga mereka dapat mencapai tujuan pembelajaran tersebut,
3)   pemanfaatan media secara perorangan, kelompok atau massal, meliputi:
a)    pemanfaatan media secara perorangan, yaitu penggunaan media oleh seorang saja (sendirian saja), dan
b)   pemanfaatan media secara kelompok, baik kelompok kecil (2-8 orang) maupun kelompok besar (9-40 orang),
c)    media dapat juga digunakan secara massal, artinya media dapat digunakan oleh orang yang jumlahnya puluhan, ratusan bahkan ribuan secara bersama-sama.

0 comments: