Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS

Pages

Monday, January 7, 2013

Rindu..


Babeh, Mimih, Aa, Teteh..
Betapa ingin raga ini memeluk kalian
Menjemput kalian
Membahagiakan kalian

Saat ini, detik ini, betapa ingin tiba-tiba ada di rumah, bercengkrama dengan kalian. Ratusan km yang terbentang sangat menyiksa. Waktu terasa amat lambat. Tak terasa, hampir 3 bulan sudah ade tak pulang, mengejar impian, menjemput takdir, yang entah apa.

Disini dingin, sangat dingin. Selimut setebal apapun tak mampu menggantikan kehangatan pelukmu Mih. Tausyiah sedahsyat apapun tak dapat menggantikan nasihatmu Beh. Film selucu apapun belum mampu menyaingi nyaringnya tawa ku saat bercanda dengan mu A, Teh. Aku rindu semuanya. Aku rindu mencium bau hujan disana, menatap sungai dan sawah depan rumah, menghirup segarnya udara pegunungan. Teknologi secanggih apapun, belum mampu menggantikan itu semua.

Betapa ingin meluncur sejenak ke masa dulu, ketika tenaga belum beranjak dari tubuh sasa mu Beh. Ah.. betapa kenangan itu tak kan tergantikan. Duduk di pundakmu ketika engkau berjalan adalah hobiku. Mendengarkan cerita dan nasihatmu adalah makananku. Semangatmu adalah hidupku. Bahkan, engkau bersedia menggambarkan kangguru untuk tugasku, saat aku hampir menangis putus asa. Engkau bersedia menahan malu untukku, berhutang kesana kemari, ketika aku memaksakan kehendakku. Babeh selalu berusaha memberi yang terbaik untuk kehidupanku. Selalu. Aku tahu itu. Sampai kini, disaat aku putus asa, engkau selalu mentransfer semangatmu. Engkau selalu bilang bahwa aku sangat beruntung dan harus bersyukur padaNya. Ya, aku sangat beruntung memilikimu Babeh, dan aku sangat berterima kasih padaNya, telah menitipkanku padamu.

Mimih, bolehkan sejenak kita menembus waktu, kembali ke masa engkau muda dulu, sebelum uban merajai rambutmu? Bolehkah?
Aku ingin bermanja lagi padamu. Aku ingin tidur bersamamu, seperti yang selalu kita lakukan. Engkau adalah gudang kasih yang tak pernah habis, bahkan ketika anakmu ini nakal dan salah. Perhatianmu tiada duanya. Kelembutan hatimu.. Ah, bahkan aku masih bisa merasakan saat kakiku luka karena masuk roda sepeda Aa, engkau terlihat lebih sakit dari aku. Tangismu lebih menyayat dari lukaku. Engkau obati sebisamu. Bahkan engkau tinggalkan pekerjaanmu demi aku. Kalau puasa ku tiap Ramadhan, maka puasa mu setiap hari. Engkau selalu menekan keinginanmu demi keinginanku. Engkau selalu menyisihkan rupiah demi rupiah untukku dan Aa. Engkau adalah penabung yang hebat Mih. Maaf Mih.. bahkan hingga kini aku masih terus menguras tabunganmu, menguras tenagamu, dan pikiranmu. Engkau adalah cahaya hidupku. Dan akan tetap begitu, hingga aku bisa menjadi cahaya untukmu. Ya Rabb, semoga Engkau ijinkan aku untuk bisa menjaga keduanya. Amiin Allahumma Amiin..

Aa, ayo kita main layangan di sawah depan rumah. Betapa aku rindu masa itu. Usia kita yang terpaut jauh tidak mengurangi kedekatan kita. Meskipun masa kecilku tidak selalu denganmu karena engkau menuntut ilmu disana, kita tetap dekat. Kita tetap punya kenangan itu. Ketika engkau punya sepeda dan aku dibonceng, ketika engkau memaksaku membeli layang-layang di warung *ah, kadang2 engkau memang kejam A :p*, ketika engkau menjahiliku sampai aku menangis, ketika menghadiahiku buku-buku. Ketika sesekali engkau pulang, aku pasti ingin tidur denganmu, meski engkau membawa serta temanmu. Betapa aku menyayangimu. Aa adalah kakak terbaik untukku, bukan hanya karena satu-satunya, tapi karena Aa memang baik.

Teh, pernahkah merasa perkenalan kita sebelumnya terlalu singkat? Pertemuanmu dengan Aa yang sangat singkat membuatku tidak begitu mengenalmu. Kita pertama kali bertemu ketika hari peresmian engkau menjadi kakak iparku. Meskipun sebelumnya sudah pernah ke rumah, tapi kita belum ditakdirkan bertemu saat itu. Hanya ketabahanmu yang kutahu. Hanya kesabaranmu yang dapat kulihat. Hanya kesahajaan dan keteguhan prinsipmu yang tergambar. Ya, Teteh adalah sosok yang terdiri dari elemen-elemen itu. Itu semua membuatku jatuh cinta padamu. Aku tahu Allah mengirimmu ke keluarga kami untuk menguatkan kami. Semoga Teteh dan Aa serta si kecil Alya selalu dalam penjagaanNya. I love you sista J

Ya Rabb, ijinkanlah aku memeluk, mencium, dan melihat senyum bahagia mereka.. Amiin Allahumma Amiin..

0 comments: