Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS

Pages

Monday, October 7, 2013

My Childhood


Waktu terasa begitu cepat.  Ahh.. Ya, perginya menyisakan banyak kenangan. Rasanya seperti baru seminggu lalu saya duduk di bangku Sekolah Dasar. Kehidupan masa kecil di kampung kecil, yang bahkan listrik pun belum ada saat itu. Memiliki kawan-kawan yang karib, main rumah-rumahan, dengan uang-uangan yang berasal dari dedaunan rumput.

Dulu, ya jaman saya kecil dulu, di kampung kecil itu, main masak-masakan dengan menggunakan tanah liat yang dicampur air adalah permainan favorit. Dulu, menyetrika baju dengan menggunakan setrika arang kayu adalah lazim, dan Mimih selalu melakukannya. Saya juga masih ingat, ketika punya TV dengan menggunakan aki yang tiap minggu harus diisi ulang, rasanya sangat mewah. Masa kecil di kampung kecil, kenangan yang tak terlupakan.
Pepohonan yang rindang, udara segar yang gratis, air yang jernih, sawah luas terbentang, persaudaraan warga. Hmmm.. Kini, beberapa di antara tokoh masa kecil saya sudah kembali padaNya. Seorang kakek yang tanpa di suruh selalu mencabuti rumput di pinggir jalanan berbatu, dan saya selalu merasa kasih padanya. Istri sang kakek yang selalu mengiyakan kita –anak-anak SD yang lewat rumahnya- jika meminta buah coklat dari pohon depan rumahnya. Keduanya kini sudah tiada. Namun kenangan itu tak terlupakan. Begitupun dengan salah satu Imam masjid kampung kecil itu, yang suaranya khas mendayu-dayu ketika mengimami shalat kami. Beliaupun sudah kembali ke pangkuanNya.
Ahh.. Kampung kecil itu kini beranjak remaja. Malam tak lagi gelap setelah ada listrik. Anak-anak tak lagi main tanah setelah punya permainan virtual di handphone nya. Pemuda tak lagi mencangkul di sawah setelah mengenal kota. Mereka enggan kembali, termasuk saya mungkin. Petani yang sudah tua kini kesulitan menemukan tenaga pembantu. Betapa cepat waktu berlalu. Terbit dan terbenamnya sang mentari sebagai penanda terasa bagai kecepatan cahaya.
Kampung kecil itu, hampir 2 bulan tak menemuinya. Kesibukan di tempat kerja membuat saya kesulitan untuk bernostalgia dengannya. Rasa rindu itu kian meletup-letup. Rindu kampung kecil, rindu Mimih, Babeh, Aa, Teteh, Alya, Pa Aki, Ma Nini, Ma Kolot, Pa Kolot, segenap saudara.
Saya sudah agendakan untuk pulang sebentar di akhir bulan ini. Menunaikan kewajiban sebagai seorang anak, adik, dan cucu. Semoga bisa. Amiin Allahumma Amiin..

0 comments: